Pembelajaran Tatap Muka Terbatas SMAN 22 Kota Bekasi
Di Post Oleh: Admin Tanggal: 12/10/2021 Di Baca522 kali

Bekasi, 30 September 2021 – Desy Ningtiyas, S.Pd.

Sekolah mulai berlomba-lomba menjalani pembelajaran tatap muka terbatas, termasuk SMAN 22 Kota Bekasi. Kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas di SMAN 22 dilaksanakan secara bertahap, mulai dari kelas 12, kelas 11, dan kelas 10. Teknis yang dilakukan ketika pembelajaran tatap muka terbatas ini adalah setiap kelasnya siswa dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan nomor urut daftar hadir. Siswa nomor urut 1 sampai dengan 18 mendapatkan jadwal sesi 1, sedangkan siswa nomor urut 19 sampai dengan 34 mendapatkan sesi 2. Pembelajaran tatap muka terbatas di SMAN 22 Bekasi dimulai dari kelas 12 pada tanggal tanggal 20 sampai dengan 24 September 2021. Kegiatan PTM terbatas ini dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat, seperti selalu memakai masker, mencuci tangan sebelum memasuki ruang kelas, dan tetap selalu menjaga jarak. Di minggu pertama PTM terbatas ini para siswa terlihat sangat antusias dan bersemangat menjalani PTMT setelah delapan belas bulan menjalani pembelajaran secara daring dari rumah. Menurut beberapa siswa di minggu pertama PTM terbatas ini mereka merasa sangat senang bisa kembali belajar di sekolah, bertemu dengan teman-teman. Mereka merasa bahwa kegiatan tatap muka membuat kegiatan belajar mengajar lebih bermakna, memudahkan mereka berinteraksi dengan guru ketika kurang memahami pelajaran, dan betemu kembali dengan teman-teman membuat mereka sangat senang. Tentu saja antusias siswa yang besar dalam kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas pun disambut penuh suka cita oleh guru-guru SMAN 22 Bekasi karena sudah pasti guru-guru pun sangat merindukan momen-momen ketika mengajar di kelas, melihat anak-anak berbaris di lapangan, bercengkrama ketika jam istirahat, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang menunjukkan keakraban antara anak dengan orangtuanya di sekolah. Jika kita melihat hasil penelitian yang dilakukan oleh siswa kelas 11 tahun ajaran 2020/2021 tentang komparasi efektivitas pembelajaran daring dan tatap muka di SMAN 22 Bekasi, tertulis jelas bahwa para siswa SMAN 22 Bekasi merasa bahwa pembelajaran tatap muka lebih baik daripada pembelajaran daring karena selama pembelajaran daring banyak sekali kekurangan yang mereka rasakan, diantaranya kurangnya pemahaman terhadap materi, minimnya pengawasan dalam belajar, pembelajaran lebih banyak pada teori dan penugasan, ditambah lagi permasalahan jaringan atau keterbatasan kuota. Dengan demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan belajar mengajar yang paling efektif tetaplah ada di sekolah, ketika siswa dan guru berada dalam ruang dan waktu yang sama. Semoga pandemi ini segera berakhir, Indonesia segera pulih. Sehingga, kita bisa terus menyambut senyum-senyum bahagia para siswa setiap mereka datang ke sekolah. Guru-guru dapat menyampaikan materi dengan beragam model dan metode pembelajaran yang bervariatif dan inovatif. Mari, kita putus rantai penyebaran Covid19 ini dengan tetap mematuhi protokol kesehatan agar kita bisa kembali lagi ke sekolah dengan normal.

 

Top